Selasa, Juni 24

laporan ArcGIS





1.        Pendahuluan

Perencanaan wilayah dan kota adalah disiplin ilmu yang tak lepas dari peta. Peta yang selalu menjadi obyek utama kita sebagai perecana kota dan wilayah. Disini ArcGIS berperan penting dalam menganalisis peta, kita akan tahu perubahan secara mencolok yaitu, yang terjadi di bumi ini. Dari tahun ke tahun perubaan wilayah bisa terlihat. Mulai dari bergeser nya permukiman dan sebagainya. Oleh karena itu penulis berharap dengan ada nya pemaparan penggunanaan ArcGIS ini akan lebih menambah pengetahuan pembaca dan antisipasi terhadap kondisi bumi kita.

2.       Tujuan

Tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memaparkan secara sederhana bagaimana mendigitasi peta menggunakan APLIKASI ArcGIS.

3.       Kajian Teori

Analisis ArcGis Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi yang berfungsi untuk mengelola data yang berupa informasi keruangan (spasial). Secara umum terdapat dua jenis data yang digunakan untuk memodelkan suatu objek, yaitu:

1.        Jenis data yang mempresentasikan aspek-aspek keruangan dari objek yang bersangkutan. Jenis data ini sering disebut dengan data posisi, kordinat, ruang atau spasial.

2.       Jenis data yang mempresentasikan aspek-aspek deskriptif dari objek yang dimodelkan. Aspek deskritif mencakup items atau propertis dari objek yang bersangkutan hingga dimensi waktunya. Jenis data ini sering disebut dengan data atribut atau non spasial.

Menurut Prahasta (2001), sub sistem yang ada dalam sistem informasi geografis adalah:

  1. Data Input. Sub sistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial serta data atribut dari berbagai sumber serta mengonversi format-format data asli kedalam format yang digunakan oleh SIG.
  2. Data Output. Sub sistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran basis data, baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy seperti tabel, grafik dan peta.
  3. Penyimpanan Data (Manajemen Data). Sub sistem ini mengorganisasikan data spasial dan data atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, diperbaharui (update) maupun diedit.
  4. Manipulasi dan Analisis Data. Sub sistem ini menentukan informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG dan melakukan manipulasi serta pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

ArcGIS merupakan salah satu aplikasi perangkat lunak sistem informasi geografis yang  dikembangkan oleh Environmental Systems Research Institute (ESRI) yang telah banyak dipakai baik kalangan akademisi, militer, pemerintah, maupun masyarakat dunia dalam membuat aplikasi yang berbasis sistem informasi geografis.

Didalam ArcGIS  terdapat ArcMap dan ArcCatalog. ArcMap adalah jendela untuk membuat, meng-edit, menganalisis, dan manajemen sistem informasi geografis sedangkan ArcCatalog adalah jendela untuk mengelola dan mengatur semua informasi dari sistem informasi geografis.

Suatu model aplikasi dari perangkat lunak ArcGIS memerlukan kerjasama seluruh sub sistem yang ada. Data-data yang diperlukan dimasukkan oleh User  atau pengguna kemudian hardware/mesin komputer akan melakukan analisis dan manipulasi data menggunakan perangkat lunak ArcGIS  dan menyimpannya apabila diperlukan sehingga menghasilkan output data sesuai dengan kebutuhan user. Sistem informasi geografis menampilkan obyek geografis dalam bentuk peta yang memuat beberapa informasi atau data spasial yang masing-masing ditampilkan dalam bentuk layer per layer.

Keunggulan GIS :

1.        Pelayanan kesehatan, contoh nya dapat mengembangkan sebentuk peta ilustrasi sehingga dapat memudahkan user untuk membuat peta dalam suatu wilayah yang mengilustrasikan distribusi atau penyebaran terhadap suatu penyakit, kematian bayi, dan lainya.

2.       Dalam bidang agriculture : user dapat mengetahui bagaimana cara untuk meningkatakan suatu produksi berdasarkan data yang ada.

3.       Dengan adanya GIS maka akan mempermudah user untuk menganalisis, mencari suatu informasi sehingga dapat membantu user untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan data/ fakta yang terjadi.

4.      Dalam bidang marketing sehingga kita dapat cara meningkatakan/ mengoptimalisasikan pemasaran.

GIS juga dapat mengahsilkan data spasial yang susunan geometrinya mendekati keadaan sebenarnya dengan cepat dan dalam.

4.      Langkah Kerja

Langkah pertama , Klik add data àcari peta di folder yang  tempat kita menyimpanàmasukan peta dari folderàadd.

                                                     

Selanjut nya  masukan koordinat peta, klik add control point, klik pada pojok kanan atas petaà Input Xand Yàmasukkan kordinat peta. Untuk selnjut nya sama klik, pada pojok kana bawah peta, kiri pojok bawah peta, kiri pojok atas peta. Jadi kita lakukan ini sampai 4 kali, disetiap titik peta.


Jika setelah masukkan koordinat  dan peta nya hilang, maka klik kanan pada layer petaà pada zoom to layer.

 

Selanjut nya klik view link à saveà cari tempat folder penyimpanan, ketikan name folderà save.


Setelah itu klik Georeferencingàrectifyà save gambar dengan format BMPàpilih folderàaddà save.

    

Selanjutnya klik kanan pada layeràpropertisàcoordinate systemàpredifineàUTMàWGS1984à49SàOk.

 

Selanjutnya kita akan mulai mendigit. Kita buat layer-layer nya terlebih dahulu. Mulai dari jalan dan kecamatan. Klik pada Arc catalogàpilih folder untuk menyimpan file, klik kananàNewà Shapefile.

Setelah muncul kotak dialog, , ketikan “name“ kecamatan atau jalan dan pilih type nya. Utuk jalan: polyline dan kecamatan :polygon.

 

Edità selectàprojectiveàUTMàWGS 1984à49SàaddàOk. Setelah itu drag nama-nama layer tersebut ke layer sebelah kiri.

Selanjut nya  Editorà start Editing, klik sketch Tool. Kita mulai mendigit.

                                            

Kita digit jalan-jalan terlebih dahulu, selanjut nya kecamatan, berikut gambar nya


Jika nama-nama Kecamatan tertutup maka klik kna pada layer kecamatanàlabel featuresàklik kanan lagiàpropertisàlabelàlabel filed.

                 

Untuk warna pada peda peta supaya bbeda setelah di digit, klik kanan pada layer kecamatanàlabel features àpropetisàsimbologyàcategorisàvalue filedàNama KecamatanàAdd All valueàOk.

Setelah semua selesai selanjut nya membuat ITP, klik chage layout àlanscapmodem insertànextàfinish.

                  

Setelah itu kita edit pada kolom-kolom yang tersedia dengan memasukankoordinat pinggir peta klik kananàgridànew gridàmeasured, dan di next seterus nya.

Selanjut nya  kita edit satu persatu simbol kecamatan dan jalan, select semua simbol legenda, klik kananàConvert ToGraphicàklik kanan lagiàUn Group.

                      

Kita edit legenda, bisa kita masukan logo undipàinsertàpictureàdata frameàklik kananàadd data

Untuk memasukan mata angin, klik insertànorth Arrow

Setelah kita edeit-edit jadilah legenda kita.


5.       Hasil dan Pembahasan


Dari peta terlihat bahwa koordinat peta dan ITP memang sangat penting, dari ITP kita bisa tahu simbol-simbol yang ada di peta, dan juga kita mendapat banyak informasi mulai dari nama peta, simbol yang ada, dan juga Orientasi. Jadi untuk membaca peta dengan Legenda akan memepermudah kita untuk memahaminya.   

6.      Daftar Pustaka


                     .2012. “ArcGIS”,  dalam http://sehat-ituperlu.blogspot.com/2012/03/arcgis.html. Diunduh 8 Desember 2013

0 komentar:

Posting Komentar

news